Tips Mendaki saat Musim Hujan
Tips Mendaki saat Musim Hujan
Tips Mendaki saat Musim Hujan, tips mendaki di musim hujan, tips mendaki gunung saat hujan, tips mendaki gunung di musim hujan.
Kali ini Seputar-Rimba akan berbagi tips mendaki saat musim hujan. Mendaki gunung saat musim hujan memiliki berbagai risiko dan kendala, oleh karena itu kali ini Seputar-Rimba akan berbagi tips mendaki saat musim hujan. Langsung saja kita masuk ke pembahasan.
![]() |
| sumber: facebook - Renti Rianti |
1. Gunakan Jenis Celana Quick Dry
Di musim hujan sudah bisa dipastikan bahwa jalur pendakian akan basah dan cenderung berlumpur sehingga membuat jalur pendakian terasa semakin sulit. Tak jarang para pendaki yang kelelahan memutuskan untuk "nyender" rehat sejenak di tepi jalur. Nah pada momen inilah potensi celana para pendaki menjadi basah karena salah "nyender" saat rehat.
Dalam situasi cuaca yang tak menentu nyaris mustahil untuk mengeringkan bagian celana yang basah, namun hal tersebut dapat sedikit diminimalisir dengan menggunakan celana berjenis Quick Dry. Seusai namanya, celana jenis ini memang didesai agar cepat kering sehingga pengguna tidak menghabiskan waktu lebih lama untuk menunggu celana kering.
2. Bawalah Jas Hujan & Raincover
Bawalah jas hujan saat pendakian, hal ini sebagai antisipasi terjadinya hujan saat mendaki. Untuk poin ini, jas hujan diharuskan untuk selalu dibawa entah itu musim kemarau maupun musim hujan karena cuaca di gunung susah ditebak.
Gunakan juga raincover pada carrier selama pendakian, tujuannya agar bawaan dalam carrier tidak basah selain itu raincover juga berfungsi menjaga kebersihan carrier.
3. Lapisi Body Carrier dengan Trashbag
Melapisi body air bertujuan untuk mencegah basahnya perbekalan akibat merembesnya air ke dalam carrier.
4. Bungkus Perbekalan dalam Plastik
Membungkus perbekalan dalam plastik bertujuan sebagai proteksi terakhir terhadap air bilamana air meresap ke dalam carrier.
5. Gunakan Sepatu yang Ringan & Tahan Air
Dengan kondisi jalur yang basah dan berlumpur mengakibatkan langkah para pendaki semakin berat, untuk itu sangat disarankan untuk menggunakan sepatu yang ringan dan juga tahan air.
6. Bawalah Pakaian Ganti
Untuk antisipasi hipotermia karena pakaian basah, pendaki disarankan membaawa pakaian ganti minimal 2 stel.
7. Gunakan Sarung Tangan Outdoor
Sarung tangan khusus outdoor sangat menunjang pendaki dalam menjaga suhu tangan utamanya jari-jari tangan. Tak jarang saat dingin atau cuaca hujan, jari tangan pendaki sering kali mati rasa, karena mati rasa bisa saja tanpa sadar jari tangan terluka. Untuk itu penggunaan sarung tangan berfungsi sebagai proteksi jari tangan.
8. Jangan Biarkan Perut Kosong
Perut yang kosong atau lapar akan membuat pendaki cepat kehabisan energi, untuk itu sangat disarankan untuk menjaga asupan energi selama pendakian. Alternatif sumber energi yang bisa disantap selama berada di jalur pendakian antaralain cokelat, gula jawa, permen, dan makanan lain yang mengandung kalori.
9. Usahakan Tetap Bergerak
Usakahan tetap bergerak agar suhu tubuh tetap terjaga, hindari berdiam diri dalam waktu lama khususnya di tempat yang dingin karena akan membuat suhu tubuh kita tidak stabil dan berisiko terserang hipotermia.
10. Pastikan Tidur dalam Keadaan Hangat
Gunakan matras sebagai alas lalu pakai sleeping bag dan lapisi tubuh dengan jaket dan pakaian yang membuat suhu tubuh tetap terjaga.
11. Mendakilah saat Siang Hari
Pendakian di siang hari lebih disarankan karena pendakian di waktu ini lebih minim risiko serta jarak pandang yang lebih leluasa dibandingkan pendakian saat hari gelap.
Sekian tips dari Seputar-Rimba,
semoga bermanfaat,
Seputar-Rimba

Leave a Comment