Waspada! Bahaya Mendaki di Musim Kemarau

Waspada! Bahaya Mendaki di Musim Kemarau

Tips mendaki saat kemarau, bahaya mendaki saat kemarau, kebakaran hutan saat kemarau.

sumber: pixabay.com

Saat musim kemarau, keadaan lingkungan di gunung menjadi tandus, gersang dan berdebu. Hampir seluruh vegetasi yang ada di gunung mengering akibat minimnya pasokan air. Pada waktu tersebut, sangat berisiko untuk melakukan pendakian karena banyak bahaya mengancam keselamatan para pendaki misalnya jalur pendakian berdebu, suhu yang ekstrim, hingga ancaman kebakaran hutan.

Pada kesempatan ini Seputar-Rimba akan berbagi informasi mengenai risiko bahaya mendaki yang harus diwaspadai saat mendaki di musim kemarau. Langsung saja kita masuk ke pembahasan.

Jalur Pedakian Licin dan Berdebu

Minimnya kadar air dalam tanah serta teriknya sinar maatahari membuat struktur tanah sangat labil sehingga tanah menjadi berongga dan mudah hancur.

Tak jarang saat pendaki turun, tanah yang dipijak runtuh dan mengakibatkan debu yang sangat mengganggu para pendaki. Debu tersebut berbahaya bagi kesehatan pendaki, untuk itu kita perlu meminimalisirnya dengan menggunakan masker dan kacamata.

Sesak Napas

Dikarenakan debu yang cukup pekat, debu masuk ke saluran pernapasan sehingga mengganggu pernapasan seperti sesak napas. Untuk mengatasinya kita bisa gunakan masker ataupun buff. Agar area wajah tetap segar kita bisa membasahi masker atau buff tersebut sebelum digunakan.

Iritasi Mata

Angin yang bertiup membawa debu bertebaran ke segala arah. Debu yang bertebaran masuk ke mata dan berpengaruh buruk bagi kesehatan mata. Untuk itu kita perlu menggunakan kacamata agar debu tidak masuk ke mata.

Penguapan Tinggi

Di siang hari saat kemarau penguapan yang terjadi sangat tinggi. Para pendaki mengeluarkan banyak keringat sebagai bentuk metabolisme tubuh. Sangat disarankan untuk menggunakan pakaian yang tidak menyebabkan "gerah".

Dehidrasi

Kaitannya dengan cairan di dalam tubuh, panas yang menyengat juga debu yang bertebaran mengakibatkan berkurangnya cairan tubuh. Untuk itu kita perlu mengatasinya dengan minum air (air mineral). Tipsnya adalah jangan minum air yang mengandung gula dan minumlah sebelum merasa haus karena akan memengaruhi sistem metabolisme tubuh.

Suhu Siang Hari sangat Panas

Suhu di siang hari saat musim kemarau mampu mencapai suhu 40 derajat, saat di gunung suhu mampu bertambah panas karena kadar O2 berkurang. Hal ini mampu membuat pendaki "ngos-ngosan" dan cepat lelah. Untuk itu persiapkan fisik dan cairan yang cukup selama pendakian di musim kemarau.

Suhu Malam Hari sangat Dingin

Suhu saat malam hari sangat dingin karena saat musim kemarau, permukaan bumi mengandung sedikit air, kandungan air dalam tanah dan udara pun menipis sehingga panas matahari lebih banyak terbuang dan hilang di angkasa bukan di permukaan bumi. Hal tersebut penyebab suhu malam hari lebih dingin saat kemarau.

Berkurangnya Sumber Mata Air

Karena suhu yang tinggi dan juga tingkat penguapan yang tinggi, sumber air pun juga ikut menguap dan menjadi penyebab berkurangnya jumlah sumber mata air.

Risiko Kebakaran Hutan

Mengeringnya vegetasi serta berkurangnya kadar air membuat lahan di gunung mudah terbakar. Tak jarang kebakaran hutan di gunung disebabkan ulah para pendaki itu sendiri yang membuang putung rokok maupun lupa mematikan api. 

Dengan melihat faktor-faktor tersebut, mendaki gunung saat musim kemarau cukup berisiko bagi keselamatan pendaki. Akan tetapi semua risiko tersebut dapat diantisipasi dengan metode yang tepat. Namun demikian, keputusan untuk mendaki atau tidak mendaki saat musim kemarau kembali pada pribadi masing-masing.

Sekian yang dapat Seputar-Rimba sampaikan,
Terima kasih,



Seputar-Rimba

Diberdayakan oleh Blogger.